Tampilkan postingan dengan label mati mendadak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mati mendadak. Tampilkan semua postingan

Selasa, 24 Desember 2019

Menghindari mati mendadak pada saat berolahraga

SEHUBUNGAN BANYAK KEJADIAN KETIKA BEROLAHRAGA MENINGGAL SECARA MENDADAK HARAP DIPERHATIKAN HAL2 DIBAWAH INI DEMI KESELAMATAN KITA SAAT BEROLAHRAGA.

Tanda-tanda Awal Kita Mencapai Batas Kemampuan Bersepeda, Futsal, sepakbola atau berolahraga lainnya.

Ini hubungan antara tenaga, kebutuhan oksigen dan detak jantung.

Otak kita saat berolahraga sangat membutuhkan supply oksigen yang cukup, yang dibawa oleh darah, dan dipompa oleh jantung.

Sementara jantung memiliki kemampuan beragam bagi tiap orang, tergantung kondisi jantung, penyakit bawaan dan umur tiap orang.

Khusus berdasar umur rumusnya kira-kira: 220 - umur. Misal, 220 - 47 = 173, segitu lah kira-kira kita boleh memaksa jantung bekerja, 173 kali per menit. Tapi bisa lebih hanya untuk mereka yang sangat terlatih, dan bahkan bisa kurang untuk mereka yang tidak terlatih/jarang berlatih.

Membatasi dengan rumus, (220 - umur) - 10, untuk main aman.

Sedang tanda-tanda jantung telah hampir sampai kemampuan maksimalnya saat berolahraga antara lain :

- Tahap 1, tubuh terasa panas. Saat mendekati batas maksimal kerja jantung.

- Tahap 2, sulit mengatur nafas. Sampai disini wajib mengurangi; kecepatan gerakan kaki atau bermain power.

- Tahap 3, berkunang-kunang dan/atau mual. Wajib berhenti.

- Tahap 4, blackout atau pingsan. Tahap ini bisa langsung ke tahap selanjutnya.

- Tahap 5, jantung berhenti bekerja

Hal-hal yang baik jika dilakukan:

1. Tidak melap tubuh saat berkeringat sebelum sampai tempat istirahat/finish. Karena tubuh mengeluarkan lendir untuk mengurangi penguapan berlebih yang bisa saja terhapus saat melap tubuh. Setelah kering kita biasa menyebutnya garam.

2. Selalu minum saat mulut terasa kering dan badan terasa panas secukupnya. biasanya membatasi 4 - 7 teguk.

3. Selalu menggunakan baju quick dry supaya pendinginan tubuh dengan penguapan keringat terus terjadi. Jika tidak menggunakan baju tersebut bisa dengan mengganti baju kering atau memeras agar baju tidak penuh dengan keringat dan menghambat angin.

4. Tidak langsung duduk atau rebahan saat istirahat atau ber kunang²).

5. Jangan memaksa diri jika sudah tidak kuat atau tidak sehat, dan jangan tinggalkan teman yang sudah mengalami kunang-kunang dan mual jika olahraga bersama.

Semoga membantu, tetap sehat dan tetap aman ....

(Source: dr.Sonny Gosal AIFO K3 Siloam Hospitals Group)


sekedar sharing buat yang hobi olahraga, salam sehaaat...👍


> Manfaat Madu bagi kecantikan kulit
> Food can help fight inflamation 
> Hindari minum dari botol kemasan