ENAGIC KANGEN WATER INDONESIA

ENAGIC KANGEN WATER INDONESIA
KANGEN WATER AIR SEHAT BERENERGI
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri smart sales program. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri smart sales program. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan

Rabu, 16 Oktober 2019

SMART SALES PROGRAM

Sobat Entrepeneur yang luar biasa !!!

Ingin punya tools yang powerful untuk memonitoring sales bisnis Anda?
Tools yang dapat menganalisa, mendapatkan data akurat, hingga memantau aktivitas sales untuk membantu kinerja sales menjadi lebih efektif?

Mitra Compro mempersembahkan Smart Sales!

Smart Sales merupakan sistem berbasis  website dan dilengkapi dengan aplikasi mobile Android yang digunakan untuk memonitor seluruh kegiatan sales dari mendapatkan kontak klien hingga klien melakukan transaksi.

Produk kategori Basic terbaru dari Compro ini, dapat digunakan untuk membantu sales Anda mengetahui kekuatan dan kelemahannnya agar perusahaan dapat membantu sales tersebut bertumbuh.

Dengan Smart Sales, Anda sebagai owner bisnis juga dapat mengontrol dan menganalisa aktivitas sales Anda, bahkan mengetahui apa yang menghambat aktivitas sales Anda.

Dengan produk Smart Sales, kini Anda juga dapat membantu orang-orang sekitar Anda memajukan bisnisnya.

Pantau aktivitas tim sales Anda langsung dari gadget Anda, dan dapatkan laporan aktivitas tim sales Anda setiap hari.

Mari tingkatkan produktivitas tim sales Anda dengan Smart Sales!


Manfaatkan produk baru ini, untuk meningkatkan omset Anda dan omset group Anda.

Go International Director!

Tetap semangat dan salam Compro, luar biasa!




Video Tutorial



Next topic :
Trend Bisnis era dampak Covid19 
" TOKOPEDIA salah satu APPS MOBILE dengan kategori MARKET PLACE "
Slide Presentation cara mudah membuat Mobile Apps
Slide cara input data Apps mobile kategori Advance : khususnya Compro Loyalty
Perbedaan Web vs Mobile Apps.
Cara input Apps Mobile kategori Advance



Michael Thang
Mitra Global Compro
http://wa.me/+6285894436642
michael@sanminglobe.com

Rabu, 01 Juli 2020

DIAM : EFISIEN & EFEKTIF

Judul asli :
LEADERSHIP LESSON - DOING NOTHING
By Galatia Chandra
Author of Hacking Your Mind Book



Leaders!!! Do Nothing!!! Hah???
Pemimpin… Tidak melakukan apa-apa itu OK? Di tahun 2014 ada sebuah artikel yang dipublikasi oleh Majalah terkenal Forbes.com yang judulnya seperti ini: Leadership 101: How Doing Nothing Makes You A Better Leader by Jan Bruce. Artikel ini menjadi bahan diskusi menarik di kalangan banyak CEO di seluruh dunia.

Link: https://bit.ly/3gmYy6x

Mari kita liat cerita metafora berikut yang barangkali bisa memberikan inspirasi pada kita apa itu Pemimpin yang tidak melakukan apa-apa.

Di sebuah sungai yang tenang yang berada tepat di tengah sebuah hutan di Amerika Utara, seekor buaya tua tampak mengapung di pinggiran sungai, terlihat bermalas-malasan. Seekor buaya muda menghampirinya dan berkata: “Saya mendengar dari banyak buaya bahwa kamu adalah pemburu paling ganas di sepanjang sungai ini. Ajarkan donk kepada saya bagaimana caranya menjadi seperti diri kamu.”

Buaya Tua tersebut membuka matanya dan menatap buaya muda tersebut, kemudian dia menutup matanya dan tertidur kembali di atas air.

Merasa dicuekin, buaya muda itu pun bertekad memberi “contoh” bahwa ia juga bisa berburu dengan cepat. Ia pun menyelam dan segera saja mengejar ikan lele yang sedang berenang di sungai tersebut.

Kurang lebih beberapa jam kemudian, buaya muda itu kembali ke buaya tua itu. Buaya tua itu masih tidur disana. Ia pun mulai menyombongkan dirinya tentang kesuksesannya barusan dan keberhasilannya mendapatkan 3 ekor ikan lele yang lumayan besar.  Ia berkata: “Barangkali mereka semua salah… kamu bukanlah pemburu yang ganas seperti yang mereka katakan… Ia pun tertawa…”

Sang Buaya tua kembali membuka matanya, tidak berkata apa-apa dan kembali tertidur lagi disana. Kali ini malahan ada beberapa ekor burung yang hinggap di atas badan buaya tua itu. Tetapi buaya itu diam saja tidak bergerak.

Tidak beberapa lama kemudian serombongan bison datang ke sungai tersebut untuk minum air hanya beberapa centi-meter dari kepala buaya tersebut. Dengan sebuah gerakan yang sangat cepat dan tiba-tiba, buaya tua itu menancapkan gigi taringnya ke leher bison tersebut lalu menyeretnya ke dalam sungai.

Sang buaya muda begitu shok melihat kejadian yang begitu cepat seperti itu dan terus bengong menyaksikan buaya tua itu memakan daging bison yang beratnya hampir 0.5 Ton tersebut. “Ba.. ba… bagaimana kamu bisa melakukannya seperti itu?”

Dengan mulutnya yang penuh dengan daging, buaya tua itu akhirnya merespon, “Saya tidak melakukan apa-apa, diam dan mengamati. Itulah hal terpenting yang saya lakukan.”

Banyak pemimpin di dunia yang sibuk menjalankan bisnisnya. Mereka melakukan Business katanya… padahal tanpa mereka sadari, sesungguhnya mereka hanya melakukan Busy-ness dan bukan business. Kesibukan-kesibukan yang banyak dilakukan dan menyita waktunya. Adalah demi menjaga agar operasionalnya bisa tetap berjalan dengan baik. Pemimpin tipe ini tidak punya waktu untuk mengamati dan melihat peluang-peluang lain yang lebih besar.

Saya pernah punya tetangga, yang pada waktu saya kecil dan masih berusia 7 tahun sudah membuka usaha sebagai agen minuman dan hingga saat ini ketika usia saya lebih dari ½ abad. Dia masih sibuk sebagai juragan agen minuman. Waktunya habis untuk mengoperasikan usahanya. Tidak ada waktu untuk mengamati dan mengambil peluang besar bagi kemajuan usaha dan bisnisnya.

Di era digital seperti sekarang ini. Dengan arus informasi yang luar biasa banyaknya dan organisasi yang multi ruwet, maka bisa jadi seorang pemimpin bisnis menghabiskan waktunya lebih dari 8 jam untuk dealing dengan proses-proses yang harus dilaluinya.

Rapat, tanda tangan yang segunung, laporan-laporan yang harus dibaca dll. Sehingga ya… pemimpin tersebut pasti akan sangat-sangat sibuk. Dengan volume kesibukan seperti itu Pemimpin menjadi sulit untuk berpikir jernih untuk membuat loncatan-loncatan baru bagi usaha yang ditekuninya.

Quality VS Quantities
Jika kita melihat pekerjaan seorang pemimpin, jika items (Quantities) kerja pemimpin tersebut terlalu banyak, bagaimana mungkin mereka bisa mempunyai Quality yang baik?

Untuk meningkatkan kualitas kerja mereka maka sesungguhnya pemimpin harus pintar-pintar mendelegasi pekerjaannya supaya …. Apa? Supaya dia tidak ada kerjaan apa-apa… Dengan begitu ia bisa melihat setiap items pekerjaannya yang sekarang dikerjakan anak buahnya lalu meningkatkan kualitas bahkan output dari pekerjaan tersebut.

Jika Anda terlalu sibuk dan tidak mampu menghilangkan 50% pekerjaan anda, belajarlah dari Tim Ferriss, ia punya buku yang menarik yang bahkan sudah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia. The 4-hour workweek.

Sekedar informasi aja, beberapa founder-founder perusahaan terkenal seperti Steve Jobs, Mark Zuckerberg, Tim Ferriss biasanya mempunyai apa yang disebut sebagai “Think Weeks”, mereka memasukkannya di dalam agenda tahunannya mereka “Think Weeks” tersebut. Mereka menghabiskan minggu itu untuk melakukan refleksi, membaca buku, berpikir dan “menyucikan” dirinya dari dunia bisnis yang digelutinya. Bahkan istilah “Think Weeks” ini menjadi terkenal karena Bill Gates yang sering mempromosikannya.

Jadi jika Anda adalah pemimpin perusahaan / organisasi, jangan lupa, set up Think weeks dan buatlah tangkapan besar seperti bison di atas…. Dan kini tanpa kita sadari kita sudah memasuki Semester kedua, apa pelajaran penting yang kita dapati di Semester I, apa yang bisa atau perlu diefektifkan, apa yang bisa diefisienkan?

”Doing nothing is better than being busy doing nothing.” - Lao Tzu

Have a GREAT Day! GC


Next Topics :
> Efisiensi laporan perusahaan dengan CRM/ERP Program
> Apps Mobile " Point of Sales " control Sales Team 
> Smart Sales Program
> Tutoriol Pembuatan Apps Mobile
> Plastic Wrapping and OPP Tape/Lakban Supplier

Sabtu, 06 Juni 2020

Trend Bisnis Akibat Pandemi Covid19




Akibat pandemi Covid mengakibatkan Locked Down/ PSBB suka tidak suka merubah mindset Para Pemiliki Bisnis yg awalnya sebelum adanya pandemi ini keberatan dengan konsep WFH/ Work From Home ( Bekerja dari Rumah ).

Nah dengan adanya pandemi tersebut mau tidak-mau, suka-tidak suka ikut aturan yg ada WFH. Tidak hanya itu WFH juga berdampak terhadap dunia pemasaran yang awalnya mengandalkan Face to Face/ Direct selling saat ini beralih semua aktivitas bisnis mengandalkan ONLINE : Meeting online, Penjualan/Pemasaran online  dampatknya adalah setiap pemilik usaha harus memiliki website, sosmed, market place ( pemasaran digital ) dll. 

Semua itu perlu dan harus dimiliki setiap pemiliki bisnis untuk menang dalam persaingan dunia binis yang teramat ketat.  Termasuk tidak kalah penting setiap usaha memanfaatkan " aplikasi mobil " yang bisa di download di HP,  yang penggunaannya tentu bertujuan mendekatkan diri dengan pelanggan baik pelanggan lama maupun pelanggan baru. 

Bagi Anda Para Pemilik Bisnis tunggu apa lagi , miliki APPS MOBILE dengan platform yang sudah ada.  Harga mulai dari tipe sederhana Rp 4.100.000 ( belum termasuk jasa input data ) sd Rp. 30 jt. 

Tingkat kesulitan menentukan harga. 🙏😃  Nah mulai sekarang pelajari dan tentukan Apps Mobile apa yg anda inginkan..info selanjut nya please call me bro and sis.  https://bit.ly/2DBTXMh





Salam Smart, Pelajari dan kuasai ilmunya..

Michael T.
http://wa.me/+6285894436642

Notes : Terbuka Peluang Reseller

Topik lainnya :
Era Digital Marketing
" TOKOPEDIA salah satu APPS MOBILE dengan kategori MARKET PLACE "
Slide Presentation cara mudah membuat Mobile Apps
Slide cara input data Apps mobile kategori Advance : khususnya Compro Loyalty
Perbedaan Web vs Mobile Apps.
> Smart Sales Program Apps
Cara input Apps Mobile kategori Advance